Masih
banyak masyarakat Indonesia yang mengira bahwa mengonsumsi air dingin atau
hangat dapat berpengaruh terhadap berat badan mereka. Kalaupun iya, maka itu
hanyalah berlaku sesaat. Ketika berkeringat atau mengeluarkan urin, maka
nantinya massa tubuh akan kembali berkurang. Artinya, pengaruh air terhadap
berat badan tidak bersifat menetap.
Kenapa?
Karena air adalah nol kalori. Sebanyak apapun air yang dikonsumsi tidak akan dikonversi menjadi simpanan
lemak ataupun massa otot. Ada yang bilang kalau minum air dingin dapat membantu
dalam penurunan berat badan, apa itu benar? Jawabannya adalah tidak. Air bersuhu
dingin hanya akan membuat perut mudah terasa penuh, sehingga nafsu makan dapat
menurun. Namun, lagi-lagi sifatnya hanya sementara.
Meminum
sesuatu yang bersuhu dingin adalah kenikmatan tersendiri. Memilih untuk minum
air mineral (air putih) dingin lebih baik dibandingkan minum air dingin
dicampur sirup, es krim, minuman soda, es teh manis, dan minuman manis
berkalori lainnya. Jika dibandingkan dengan minuman-minuman tersebut, maka air
putih dingin dapat membantu menjaga berat badan tapi tetap bukan sesuatu yang
vital. Percuma saja jika sudah memilih hanya minum air putih tapi makanan yang
dikonsumsi tetap berlemak tinggi dan jarang berolahraga.
Namun,
ternyata ada juga isu yang berkembang di masyarakat, dimana justru air dingin
malah dapat menaikkan berat badan. Alasannya adalah karena air dingin dapat
menyebabkan pembekuan pada minyak dan lemak yang kita konsumsi pada lambung,
sehingga menyebabkan pencernaan melambat. Sebaliknya, mengonsumsi air hangat
justru malah membantu tubuh untuk mencerna makanan lebih cepat. Apa isu yang satu ini benar?









