Bukan
orang Indonesia namanya kalau tidak suka bercanda. Penulis berpikir bahwa salah
satu anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada bangsa ini adalah
kemampuannya untuk menciptakan jokes dari hal sekecil apapun, bahkan dari
situasi sepanas dan semencekam apapun. Ini merupakan angin segar bagi bangsa
Indonesia, hingga salah satu teman penulis (Twitter: @aliefmaulana_) pernah berujar
lewat akun media sosialnya bahwa, "Selama orang kita (Indonesia)
masih bisa bikin guyonan segar, percayalah, Indo (Indonesia) tak akan
konflik".
Rekan-rekan
pembaca sekalian tentu masih ingat dengan teror bom Jakarta pada tahun 2016
lalu. Di tengah suasana mencekam, masih ada saja orang mencari hal unik, yang
kemudian ‘disetir’ menjadi hal lucu di media sosial. Jokes tentang tukang sate yang “Pantang Pulang Sebelum Matang”, baju
pak Polisi Krishna Murti, dan lain sebagainya. Seolah gak ada takutnya.
Politik
Indonesia yang juga semakin panas dari tahun ke tahun ternyata masih dapat
direndam dengan bertaburannya lelucon-lelucon dan memes tentang topik politik tertentu yang beredar di media sosial. Dan
juga, para netizen kerap melemparkan lelucon dan tren yang keluar dari jalur
politik itu sendiri, seperti fenomena “OM TELOLET OM”, misalnya yang menjadi
viral, hingga artis-artis luar negeri ramai-ramai kepo dengan hal tersebut.
Bicara
soal orang Indonesia dan leluconnya, makanan-makanan yang ada di Indonesia juga
tidak terlepas dari guyonan-guyonan. Bahkan, jika orang Indonesia sedang malas
atau tidak doyan dengan makanan-makanan
tertentu, maka mereka ‘seolah menghindarinya’ dengan alasan yang komedik,
seperti halnya yang menimpa pisang, jagung, dan juga roti. Seperti apa? Mari kita
simak bersama!
